Chlorine Digital Media

Apa Saja yang Dipelajari Oleh Jurusan Multimedia di SMK?

Apa Saja yang Dipelajari Oleh Jurusan Multimedia di SMK?

Serupa dengan jenjang pendidikan pada perguruan tinggi, jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan juga memiliki jurusan tersendiri yang berbeda-beda pada setiap sekolahnya. Salah satu jurusan yang mungkin sering didengar adalah jurusan multimedia. 

Bersumber dari situs web akupintar, jurusan multimedia adalah salah satu jurusan di SMK yang mempelajari tentang penggunaan komputer. Artinya mempelajari hal-hal seputar bagaimana menyajikan data dalam bentuk suara, animasi, teks, gambar, maupun video. 

Multimedia sendiri dapat terbagi kedalam dua jenis yaitu multimedia linier dan multimedia interaktif menurut situs web gamelab. Multimedia linier merupakan multimedia yang berjalan tanpa dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan pengguna seperti film dan televisi. Sedangkan multimedia interaktif merupakan multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna sehingga terjadi interaksi dengan pengguna seperti pada game atau pembelajaran secara multimedia.

(Baca juga: Tingkatkan Kompetensi Siswa SMK Lewat Kelas Industri dan Teaching Factory)

Namun berdasarkan penggunaannya, multimedia dapat terbagi menjadi 2 jenis kategori, yaitu Multimedia Communication dan Multimedia Content Production. Multimedia communication adalah penggunaan media yang memiliki fungsi mempublikasikan informasi. Media yang digunakan adalah TV, radio, film, game, musik, entertainment, tutorial, internet, dan media cetak. Dengan adanya multimedia communication ini akan mempermudah pengguna dalam menyampaikan dan mendapatkan informasi. Sedangkan multimedia content production adalah penggunaan beberapa media yang berbeda seperti teks, animasi, audio, video, gambar (grafik) yang dipadukan untuk menghasilkan produk multimedia seperti musik, game, film, entertainment, dll. Media yang digunakan dalam multimedia content production adalah media tulisan (teks) media suara (audio), media video, media gambar (grafik), media animasi, media efek khusus (special effect), dan media interaktif (interactivity)

Materi pada jurusan multimedia di SMK mengharuskan siswa dan siswinya untuk menggunakan berbagai macam tools, seperti Adobe After Effect, CorelDraw, Freehand, Adobe Photoshop, atau yang lain. Mata pelajaran SMK Multimedia antara lain Simulasi dan Komunikasi Digital, Sistem Komputer, Komputer dan Jaringan Dasar, Pemrograman Dasar, Dasar Desain Grafis, Desain Grafis Percetakan, Desain Media Interaktif, Animasi 2D dan 3D, Teknik Pengolahan Audio dan Video, dan masih banyak lagi sesuai dengan kurikulum masing-masing sekolah.

Selain keterampilan dan kemampuan, setidaknya diperlukan beberapa peralatan guna mendukung proses pembelajaran multimedia. Yang pertama adalah komputer/ laptop yang diperlukan untuk kegiatan editing ataupun pembuatan suatu projek. Kemudian kamera digital/ video karena akan mempelajari hal hal terkait teknik pengambilan gambar serta editing foto dan fotografi dasar ataupun sebagai sarana pembuatan film pendek. Ada pula scanner yang berfungsi dalam proses pembuatan proyek animasi atau video, dimana storyboard yang telah dibuat akan di scan agar dapat tampil pada perangkat komputer. Hal yang tak kalah penting adalah headset yaitu gabungan dari headphone dan mikrofon agar suara yang didengar dan dihasilkan dapat lebih jelas.

Lulusan SMK dengan jurusan multimedia memiliki prospek kerja yang baik, seiring dengan berkembangkan teknologi yang banyak mengimplementasikan media digital pada aspek kehidupan. Terdapat banyak profesi yang dapat menjadi pilihan para lulusan multimedia, yang pertama adalah desainer web. Posisi ini membutuhkan penggabungan antara kemampuan desain dan programming. Desain digunakan untuk membuat layout website sedangkan kemampuan programming berguna untuk meng-coding website. Desainer web juga bertanggung jawab untuk memperbarui konten dan desain website apabila dibutuhkan. Berikutnya adalah desainer grafis, yang bertanggung jawab untuk membuat desain untuk keperluan publikasi di media cetak, website, poster, kemasan produk, serta membuat identitas visual untuk keperluan branding perusahaan. Alur kerja biasanya dimulai dari brief yang diberikan oleh klien, creative director, atau account manager, dan desainer grafis akan mengembangkan konsep kreatif sesuai brief dan tujuan yang sudah diberikan. Selain tantangan untuk bisa melahirkan ide-ide kreatif, desainer grafis juga dituntut untuk bisa bekerja dengan cepat dengan deadline yang ketat. Kemudian menjadi seorang animator/ illustrator yang membutuhkan imajinasi tingkat tinggi. Animator melibatkan seni membuat gambar bergerak atau animasi dalam bentuk 2 dimensi (2D) ataupun 3 dimensi (3D). Karya para animator bisa digunakan untuk film, iklan, video, website, games, dan banyak media lainnya. Sedangkan illustrator menggabungkan seni, desain, dan kreativitas untuk menghasilkan gambar visual orisinil untuk berbagai produk dan media. Biasanya, setiap illustrator memiliki ciri khas dan gayanya sendiri yang membedakan karya mereka dari illustrator lain. Berikutnya adalah interactive media designer yang memiliki tanggung jawab untuk membuat desain interaktif yang melibatkan teks, data, grafis, suara, animasi, dan efek visual lainnya. Pekerjaan ini dibutuhkan untuk membuat website, game, materi pembelajaran online, dan lainnya. Peran ini biasanya mirip dengan software developer, sehingga tak jarang juga mereka dibutuhkan untuk membuat produk dengan mengkoding dan mengetes keseluruhan fungsi produk yang dibuat. Ada pula game modeler/ designer yang tentu saja berkaitan dengan game, dimana passion tersebut dapat disalurkan menjadi pilihan karier dengan menekuni pekerjaan sebagai game modeler atau game designer. Posisi ini mencakup berbagai lingkup pekerjaan, seperti aturan, latar, alur cerita, karakter, properti, dan cara bermain game.

Salah satu contoh SMK di Indonesia yang memiliki jurusan multimedia adalah SMKN 2 Banjarmasin. Tujuan khusus Program Keahlian Multimedia pada SMKN 2 Banjarmasin adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten dalam mengoperasikan software dan periferal digital illustration, digital imaging, dan web design; kompeten dalam mengoperasikan software dan periferal multimedia, presentation,2D animation, dan 3D animation; serta kompeten dalam mengoperasikan software dan periferal digital audio , digital video, dan visual effects. 

(Baca juga: Ini Dia Beberapa Dukungan Kemendikbudristek untuk SMK di Indonesia)

Jadi, apakah Kamu tertarik untuk berkecimpung di dunia multimedia setelah mengetahui prospek kerja tersebut? Segera kunjungi https://chlorinedigitalacademy.com/ untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan seputar digital marketing!

Admin

Admin

Chlorine Digital Media

Facebook
WhatsApp
Pinterest
Telegram

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ChlorineDigitalMedia
Halo...
Ada yang bisa kami bantu?