Chlorine Digital Media

Apa Itu Kurikulum Merdeka?

Apa Itu Kurikulum Merdeka?

Diogenes, seorang filsuf asal Turki pernah berkata bahwa dasar dari setiap negara adalah pendidikan para pemuda. Kalimat tersebut menunjukkan betapa pentingnya pendidikan yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa di sebuah negara. Demikian pula dengan sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia, yang senantiasa mengalami perkembangan dan perubahan untuk terus meningkatkan kualitasnya. Salah satunya dengan memperbaharui kurikulum pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Dalam Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020-2024 disebutkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung visi dan misi presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebhinekaan global. Visi tersebut menggambarkan komitmen Kemendikbud mendukung terwujudnya visi dan misi presiden melalui pelaksanaan tugas dan kewenangan yang dimiliki secara konsisten, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya, dengan mengedepankan profesionalitas dan integritas. Oleh karena itu, perumusan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan bidang pendidikan dan kebudayaan akan mengedepankan inovasi guna mencapai kemajuan dan kemandirian Indonesia. Sesuai dengan kepribadian bangsa yang berlandaskan gotong royong, Kemendikbud dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan bekerja bersama untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan visi dan misi Presiden tersebut. Sejalan dengan perwujudan visi dan misi presiden tersebut, Kemendikbud sesuai dengan tugas dan kewenangannya,juga berkomitmen untuk menciptakan Pelajar Pancasila.

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum lanjutan dari arah pengembangan kurikulum yang telah diterapkan sebelumnya. Kurikulum Merdeka memiliki orientasi holistic, yaitu kurikulum yang dirancang untuk  mengembangkan siswa/i secara holistik, mencakup kecakapan akademis dan nonakademis, kompetensi kognitif, sosial, emosional, dan  spiritual. Kurikulum Merdeka juga bukan berbasis konten, melainkan berbasis kompetensi. Artinya kurikulum ini dirancang berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan, bukan berdasarkan konten atau  materi tertentu. Selain itu kurikulum ini juga memiliki kontekstualisasi dan personalisasi, artinya kurikulum dirancang sesuai konteks (budaya, misi sekolah, atau lingkungan lokal) dan kebutuhan siswa/i.

(Baca juga: 4 Platform Digital Terbaik untuk Menyalurkan Konten Kreatif Kamu)

 

Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta  memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar masing-masing individu. Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran pada siswa/i SMK, yaitu:

1.  Pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan soft skills dan karakter (iman, taqwa, dan akhlak mulia; gotong royong; kebhinekaan global; kemandirian; nalar kritis; kreativitas).

2.  Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi  kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.

3.  Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

 

Implementasi Kurikulum Merdeka untuk pemulihan pembelajaran dilakukan berdasarkan kebijakan-kebijakan berikut ini:

1.  Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022 mengatur tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Berbicara mengenai standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan capaian kemampuan peserta didik dari hasil pembelajarannya pada akhir jenjang pendidikan. SKL menjadi acuan untuk Kurikulum 2013, Kurikulum darurat, dan Kurikulum Merdeka.

2.  Permendikbudristek No. 7 Tahun 2022 mengatur tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Berbicara mengenai Standar Isi dikembangkan melalui perumusan ruang lingkup materi yang sesuai dengan kompetensi lulusan. Ruang lingkup materi merupakan bahan kajian dalam muatan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan: 1) muatan wajib sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; 2) konsep keilmuan; dan 3) jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Standar Isi menjadi acuan untuk Kurikulum 2013, Kurikulum darurat, dan Kurikulum Merdeka.

3.  Kepmendikbudristek No. 56 Tahun 2022 mengatur tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Berbicara mengenai Memuat 3 opsi kurikulum yang dapat digunakan di satuan pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran beserta struktur Kurikulum Merdeka, aturan terkait pembelajaran dan asesmen, serta beban kerja guru.

4.  Keputusan Kepala BSKAP No.008/H/KR/2022 Tahun 2022 mengatur tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka. Berbicara mengenai memuat Capaian Pembelajaran untuk semua jenjang dan mata pelajaran dalam struktur Kurikulum Merdeka.

5.  Keputusan Kepala BSKAP No.009/H/KR/2022 Tahun 2022 mengatur tentang Dimensi, Elemen dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila  Pada Kurikulum Merdeka. Berbicara mengenai memuat penjelasan dan tahap-tahap perkembangan profil pelajar Pancasila yang dapat digunakan terutama untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Dalam pemulihan pembelajaran, saat ini SMK diberikan kebebasan untuk menentukan kurikulum yang akan dipilih. Terdapat 3 pilihan yang ada, yang pertama merupakan kurikulum 2013 secara penuh, yang kedua merupakan kurikulum darurat 2013 yang disederhanakan, dan yang ketiga merupakan kurikulum merdeka.

 

Kerangka dasar yang diterapkan dapat terlihat pada gambar berikut.

Satuan pendidikan dan pendidikan memiliki keleluasaan untuk memilih atau memodifikasi perangkat ajar dan contoh  kurikulum operasional yang sudah disediakan  pemerintah untuk menyesuaikan dengan karakteristik  peserta didik, ataupun menyusun sendiri perangkat ajar sesuai dengan karakteristik peserta didik. Sesuai dengan Kepmen 162/2021 tentang Program Sekolah Penggerak  dan Kepmen 167/2021 tentang Program SMK Pusat  Keunggulan.

Sementara terkait kerangka kurikulum, pemerintah menyediakan contoh kurikulum operasional dan beragam perangkat ajar untuk membantu satuan pendidikan dan pendidik yang membutuhkan inspirasi dalam pembelajaran. Beberapa hal yang disiapkan oleh pemerintah adalah profil pelajar pancasila, yaitu kompetensi dan karakter yang tertuang dalam 6 dimensi, berfungsi sebagai penuntun arah yang memandu segala kebijakan dan pembaharuan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran, dan asesmen. Kemudian struktur kurikulum, yaitu jabaran mata pelajaran beserta alokasi jam pembelajaran. Berikutnya capaian pembelajaran, yaitu kompetensi dan karakter yang dicapai setelah menyelesaikan pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. Dan terakhir prinsip pembelajaran dan asesmen, yaitu berfungsi sebagai nilai-nilai yang mendasari pelaksanaan pembelajaran dan asesmen.

Terdapat pula komponen yang dikembangkan satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang menjabarkan kebijakan, rencana program dan kegiatan yang akan dilakukan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran paradigma baru. Serta perangkat ajar, yaitu berbagai perangkat yang digunakan untuk mendukung pembelajaran paradigma baru.

(Baca juga: Apa Saja yang Dipelajari Oleh Jurusan DKV di SMK?)

Tertarik untuk mengikuti pelatihan seputar digital marketing? Segera kunjungi https://chlorinedigitalacademy.com/ untuk informasi lebih lanjut!

 

Referensi

Admin. (2022). Profil Pelajar Pancasila. Retrieved from Direktorat Sekolah Dasar: http://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/profil-pelajar-pancasila

Admin

Admin

Chlorine Digital Media

Facebook
WhatsApp
Pinterest
Telegram

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
ChlorineDigitalMedia
Halo...
Ada yang bisa kami bantu?